LAGU CINTA IKAN BIDADARI (ANGEL FISH's LOVE SONG)

jauh didasar laut Teluk Tomini, hidup seekor ikan cantik bernama Jelita. Ikan cantik ini memiliki bibir merah jambu yang memikat. Sisik-sisik nya indah seperti warna susu strawberry, terlihat manis dan lembut. Demikian pula karakter (sifat) Jelita. Hampir seluruh penghuni laut mengaguminya. Terlebih lagi terhadap suaranya yang merdu. Mereka selalu menantikan setiap pagi Jelita bernyanyi.

Jelita yang periang dan ramah adalah sahabat hampir semua ikan. Terutama bagi anak-anak nemo yang lincah. Anak-anak nemo ini kadangkala ikut berdansa ketika mendengar Jelita bernyanyi. Sehingga membuat suasana pagi semakin bersemangat.

Suatu hari Jelita jatuh cinta kepada seekor snaper jantan yang gagah. Mereka bertemu tanpa sengaja disuatu pagi ketika sang Snaper sedang berburu. Saat itu Snaper teralihkan perburuannya ketika melihat seekor ikan cantik yang terperangkap oleh jaring nelayan. Sang Snaper segera membantu ikan cantik yang malang itu, sehingga terselamatkanlah si cantik Jelita.

Dan oleh kegagahan dan keberanian Snaper itu, Jelita membalasnya dengan sebuah nyanyian yang sangat indah sebagai rasa terima kasih. Jelita merasa sangat bahagia dengan hati yang mekar oleh cinta.

Sama halnya seperti Jelita, sang Snaper pun sama terpikat oleh kecantikan dan kemerduan suara Jelita. Dia pun sama jatuh cinta terhadap Jelita si bidadari. Maka kemudian jadilah mereka sepasang kekasih yang sangat berbahagia. Hampir seluruh penghuni laut mengagumi mereka berdua.

Hari demi hari dijalani oleh mereka dengan penuh suka cita. Hingga pada suatu hari sang Snaper yang gagah berani mengeluh sakit diperutnya, sakit yang sangat hebat. Entah apa penyebabnya. Jelita merasa sangat sedih dan bingung. Oleh karenanya tak ada lagi lagu ceria dari mulut manis Jelita. Ia kini disibukkan dengan merawat Snaper yang semakin lemah dari waktu ke waktu.

Tidak hanya itu, Jelita juga harus bekerja keras mencari makanan untuk sang kekasih hati. Walaupun batinnya menderita, Jelita tetap tegar dan tabah.

Namun disuatu sore yang sendu dimana langit tertutup awan kelabu, Jelita berduka. Duka yang sangat dalam, dimana kekasih nya pergi untuk selamanya. Jelita akhirnya mengetahui penyebab kematian sang kekasih, yakni karena perutnya telah dipenuhi oleh partikel-partikel plastik yang tak sengaja tertelan oleh Snaper bersama makanan.

Betapa sedih hati Jelita. Dan untuk mengenang kekasih hatinya yang telah tiada,  Jelita selalu menyanyikan lagi sendu disore hari dekat jembatan. Lagunya membuat penghuni laut ikut merasakan kesedihan Jelita. Anak-anak desa yang bermain disekitar jembatan desa pun turut merasakan duka yang mendalam itu.

Karena diliputi rasa penasaran, mereka memberanikan diri bertanya kepada ikan cantik itu tentang sebab kesedihan nya.
Jelita pun menjelaskan bahwa kekasih hatinya telah tiada. Sebab nya pun sangat menyedihkan. Lalu Jelita berkata sambil terisak; "Jika aku boleh meminta sesuatu. Tolong kabar kan kepada seluruh manusia untuk berhenti membuang sampah plastik ke laut. Agar tak ada ikan-ikan lain yang mengalami kedukaan seperti diriku."

Setelah mendengar hal itu anak-anak berlarian pulang kerumah mereka, dan dengan antusias menceritakan perihal yang baru mereka temui kepada orang tua mereka. Para orang tua pun merasa sedih mendengar kisah itu. Mereka kemudian berjanji untuk membantu ikan Jelita dengan tidak lagi membuang sampah plastik ke laut.

Beberapa waktu pun berselang. Laut terlihat semakin bersih. Kehidupan laut pun semakin sehat. Melihat perkembangan itu, Jelita merasa bahagia. Hatinya terasa hangat kembali. Kemudian dia memutuskan untuk kembali menyanyikan lagu ceria dipagi hari, seperti waktu lalu. 

Comments

Popular Posts